Hukum Najis Minyak Lintah Dalam Islam

Hukum Najis Minyak Lintah Dalam IslamHukum Najis Minyak Lintah Dalam Islam. Islam merupakan suatu agama yang selalu mengedepankan perkara yang dianggap sebagai suatu kebenaran terkait dengan asal usulnya. Dalam hal ini, tentunya, setiap produk yang dikonsumsi akan bisa dihukumi berbeda ketika cara mendapatkannya ataupun cara mengolahnyapun tidak sesuai dengan ajaran yang telah ditetapkan. Hal yang demikian ini kemudian dijadikan sebagai dasar dari hukum najis minyak lintah dalam Islam. Untuk itu, sudah sepantasnya para kaum adam mempertimbangkan dengan betul terkait dengan minyak lintah yang kemudian dihukumi najis oleh beberapa pendapat yang dilontarkan oleh kaum ulama.

 

Hukum Pemakaian Minyak Lintah Dalam Agama Islam

Sebelum lebih jauh membahas hukum najis minyak lintah dalam Islam, maka minyak lintah yang sebelumnya dipercaya sebagai obat herbal yang akan membantu dalam mengatasi permasalahan kejantanan ini, kini telah ramai diperbincangkan di antara kaum adam. Hal yang demikian ini dilakukan karena sebagian pria mempercayai adanya kandungan yang bermanfaat dalam minyak lintah, sehingga beberapa orang yang sebelumnya berhasil dengan pengobatan yang demikian ini kemudian mengabarkannya kepada temannya, sehingga kabar tersebutpun akan tersebar secara luas. Namun, di lain pihak, banyak orang yang juga memperbincangkan perihal terkait dengan hukum najis minyak lintah dalam Islam.

Ketika dikaji lebih mendalam terkait dengan hukum najis minyak lintah dalam Islam, maka bisa dikatakan bahwa pengguna minyak lintah yang sebagian besar dilakukan oleh kaum muslim ini sudah sepantasnya layak untuk dibahas mengenai hukum penggunaan minyak lintah tersebut. bisa dikatakan bahwa hukum najis minyak lintah dalam Islam ini didasarkan atas adanya proses pembuatan minyak lintah yang bisa dibilang tidak sesuai dengan kaidah yang ditetapkan oleh syariat islam.

Dikatakan demikian karena pembuatan minyak lintah yang dilakukan dengan memanaskan lintah dalam botol yang kemudian dicampurkan dengan bahan lainnya ini tidak melalui tindakan penyembelihan. Keabsenan dari prosesi awal yang berupa penyembelihan ini menjadi dasar yang kuat bagi para ulama yang menjatuhkan hukum najis minyak lintah dalam Islam. Di lain sisi, para ulama juga mengharamkan sebagian besar hewan melata, meskipun sebagian kecil ada yang dihukumi halal. Hal ini tertera pada surat Al-A’raf ayat 157 yang artinya “Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka yang buruk”.

 

Hukum Najis Minyak Lintah Dalam Islam?

Kembali pada pembahasan terkait dengan hukum najis minyak lintah dalam Islam yang didasari atas proses pembuatannya. Dalam hal ini, dikatakan bahwa cara pembuatan minyak lintah yang dipanaskan ini ternyata bisa disimpulkan mengubah lintah yang hidup menjadi sebuah bangkai, tentunya bangkai yang demikian ini juga dihukumi najis oleh agama, sehingga sudah sepantasnya para ulama mengeluarkan pendapat terkait dengan hukum najis minyak lintah dalam Islam.

Tentunya, dengan pemakaian minyak lintah yang melihat cara pembuatannya dilakukan seperti itu, maka bisa dikatakan badan kita akan terkena najis dan tidak akan sah ketika digunakan untuk melakukan sembahyang. Oleh sebab itu, para pria muslim yang menggunakan produk minyak lintah sangat disarankan untuk selalu membersihkan najis tersebut demi diterimanya ibadah yang dilakukan.

Hukum najis minyak lintah dalam Islam sudah saatnya diperhatikan oleh para pria yang selalu ingin mendapatkan khasiat luar biasa atas penggunaan minyak lintah tersebut. Tidak hanya itu saja, bahwa tindakan penggunaan minyak lintah akan lebih baik dilakukan ketika tidak sedang akan menjalankan ibadah, sehingga hal ini akan tetap membuat ibadah yang dilakukan diterima oleh-Nya. Dengan adanya kajian singkat yang demikian ini, maka kaum adam, khususnya para pria muslim wajib mempertimbangkan hukum najis minyak lintah dalam Islam.

 

Efek Samping Pemakaian Minyak Lintah Menurut Dokter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *